Business Model

Hallo dan salam kreatif!

Berhubung minggu lalu saya absen dalam kuliah CI, saya akan mencoba menjelaskan dalam posting blog kali ini tentang business model yang ingin saya buat. Tema dari business model kali ini adalah games yang akan saya hubungkan dengan social  network.

Mengapa game?

Alasan utamanya adalah tentunya karena saya adalah gamer, dan alasan lainnya adalah game saat ini menjadi sebuah fenomena yang cukup menakjubkan. Di awal kemunculannya pada komputer/console lama, game hanyalah berfungsi sebagai sarana hiburan untuk melepaskan penat. Namun dalam perkembangannya, developer dari game membuat game seakan hidup dan memiliki cerita yang patut untuk diikuti. Hal ini mengakibatkan jumlah fanatik gamer selalu bertambah setiap tahunnya. Saya melihat ini sebagai opportunity dan ingin membuat sebuah situs untuk gamer bernama: plugenplay (PeP)

——-> http://www.plugenplay.com

Cukup menarik bukan? Untuk detail dari business model nya, yuk kita bahas lebih lanjut

plugenplay, adalah tempat dimana para gamers dapat menyalurkan minatnya dalam bermain games, terutama games yang ber-platform online games. Tujuan dibuatnya situs ini adalah untuk membentuk komunitas game yang sehat, dan sebagai ajang untuk sharing informasi tentang dunia game dan tentunya bermain game.Selain itu, plugenplay juga menyediakan sarana social network seperti facebook hanya saja, purpose didalam plugenplay hanyalah untuk komunitas khusus game saja.

Customer segment dari plugenplay:

1. Segala macam gamers (hardcore gamers, etc)

2. Game developers

3. Gaming peripherals company

    

Apa aja sih yang ditawarkan oleh plugenplay?

1. Gamers Community

plugenplay akan mencakup juga pembuatan social network khusus gamers. Dari sini bisa terbentuk komunitas-komunitas gamers (bisa berdasarkan genre game maupun judul game itu sendiri). Yang membuat berbeda dalam komunitas ini adalah pembuatan komunitas spesifik (khusus untuk game berskala besar misalnya Final fantasy community, World of Warcraft community, Ragnarok international Community, etc) Contoh yang saya ambil adalah World of Warcraft community. Dalam komunitas ini, akan dijelaskan profil dari pemain, contohnya IGN (Initial Game Name) dan real name dari gamer dan bermain game apa saja (genre dan judul). Dengan adanya komunitas ini, permainan game akan menjadi lebih transparan dan menarik tentunya karena komunitas dalam game akan semakin nyata.

2. Download site

plugenplay bekerjasama dengan beberapa developer games akan membuat site untuk download game secara langsung dengan pembelian secara online. Dengan itu, gamers tidak perlu repot lagi untuk mencari game di toko konvensional, ataupun online store lainnya. Keunggulan dari download site ini adalah, gamer akan mendapatkan referensi dari pemain lainnya dan juga berdasarkan genre game apa yang disukai oleh pemain (dari database gamers community). Download site ini akan menjadi salah satu bargaining power dari situs PeP. Oleh karena itu kualitas developer games yang akan digaet akan menjadi salah satu point utama dalam aspek ini.

3. International event

Nah, ini dia yang pasti ditunggu oleh para maniak game, apalagi kalau bukan event game internasional. Bekerja sama dengan beberapa gaming peripheral community, para users/gamers di plugenplay akan mendapatkan informasi secara kontinu tentang internasional game event. Para gamers tidak perlu lagi mencari event-event ini karena informasi dari situs plugenplay akan selalu ter-update.

Nah itu semua adalah tentang plugenplay, lalu bagaimana prosedurnya:

a. Sign up

Cukup akses situs ini, dan sign up seperti kebanyakan social network site. Hanya saja, di dalam site PeP, gamer di wajibkan untuk mengisi data-data yang berkaitan dengan game yang sedang mereka mainkan. Sign up untuk normal user akan dikenakan biaya 0.

b. Premium & Pro member

Bagian ini adalah khusus untuk premium member dan Pro-member dari PeP. Apakah yang perbedaannya dengan user biasa adalah diskon untuk download games dan informasi akan international event khususnya untuk Pro member (Pro member adalah orang-orang yang mendedikasikan diri nya untuk terjun dan berkecimpung dalam dunia game dan berprofesi sebagai gamer). Untuk premium dan pro members  akan dikenakan biaya tambahan administrasi dan bulanan yang sangat kecil dan tidak memberatkan.

Mungkin sedikit saja dari saya tentang blog business model kali ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan memberikan insight dari pembaca.

– Andri

https://hollandria.wordpress.com/

Advertisements

NTT Docomo Vision: Dreams & Realize it!

Minggu lalu dalam kuliah CI, kita menyaksiskan sebuah video dari NTT Docomo tentang visi dari perusahaan tersebut pada tahun 2020. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat dulu seperti apa videonya dibawah ini.

Didalam video ini, NTT Docomo mengajak kita untuk bermimpi. Sebenarnya salah nggak sih bermimpi itu? Bermimpi tidaklah sesuatu yang buruk. Justru dari mimpi dan imajinasi itulah muncul banyak hal yang berguna. Bisa kita rasakan bahwa semua teknologi yang muncul di dunia ini adalah hasil mimpi dan kerja keras dari penciptanya.

Contoh mudah dari mimpi yang terealisasi  adalah kisah dari Wright brothers yang memunculkan ide akan pesawat terbang

 

 

 

 

 

 

 

atau pun Thomas A. Edison yang berjasa menciptakan lampu pijar pertama di muka bumi ini.

Pada zaman mereka, tentu orang berpikir mereka sudah gila karena terlalu banyak berimajinasi.

Visi yang akan terealisasi, kira-kira itulah keinginan dari NTT Docomo dalam video ini. Mereka bahkan mempunyai target bahwa pada tahun 2020, visi mereka ini bisa terealisasi.

Dalam hal ini, NTT Docomo patut diacungi jempol. Mereka berani menunjukkan visi dan mimpi pada masyarakat luas. Dalam sisi Bisnis, strategi ini bisa menjadi senjata untuk melawan kompetitor sekaligus menarik minat konsumen. Mengapa bisa menjadi senjata untuk melawan kompetitor? Dengan video ini, NTT Docomo secara tidak langsung telah memberi sinyal pada kompetitor bahwa mereka siap untuk menghadapi era komunikasi modern. Lalu bagaimana bisa menarik minat konsumen? Dengan video ini pula menunjukkan bahwa NTT Docomo adalah sebuah perusahaan yang terus menerus melakukan inovasi dan memiliki propek yang bagus.

Apakah yang akan terjadi apabila misi NTT Docomo ini tidak tercapai? Kegagalan bukanlah segalanya, itulah prinsip yang dipegang oleh NTT Docomo. Perlu kita ingat lagi bahwa video ini hanya merupakan proyeksi akan telekomunikasi di tahun 2020, dan tentunya proyeksi bisa saja meleset. Walaupun ada kemungkinan gagal, NTT Docomo tidak menyerah begitu saja.

Apabila kita mengingat kembali dalam kuliah CI sebelumnya bahwa “ketakutan akan kegagalan hanya akan menghambat seseorang untuk meraih kesuksesan”. Artinya, kita boleh saja takut salah, tetapi jangan sampai ketakutan akan kegagalan itu menghambat kita dalam bermimpi dan merealisasikan impian yang selalu kita inginkan. Singkatnya, marilah kita terus bermimpi dan berusaha untuk mencapai impian itu,

-Andri