Cretivity and Innovation Summary

Akhirnya, tidak terasa kuliah CI pada semester ini telah berakhir. Kuliah CI telah memberikan pengetahuan tentang creativity dan inovasi yang sangat berkesan untuk saya.

Creativity and Inovation itu bisa diterapkan dimana saja, dalam kehidupan kita. Tidak harus berupa barang, seperti yang telah di diskusikan dalam beberapa pertemuan CI sebelumnya, bahkan kreatifitas dan inovasi bisa dikembangkan dalam bentuk bisnis model juga. Selama ini saya terpaku bahwa inovasi dan kreatifitas hanya bisa diterapkan pada sebuah barang jadi saja.

Beberapa dosen tamu yang hadir untuk memberikan kuliah juga memberikan nuansa baru terhadap kreatifitas dan inovasi terutama karena mereka berasal dari berbagai macam background yang berbeda.

Singkatnya, hal terpenting yang saya dapatkan dari kuliah CI adalah agar kita terus berusaha. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kuliah CI mengajarkan kepada kita untuk bisa berpikir lepas “out of the box”, terlepas dari aturan yang ada dari diri kita sendiri. Karena musuh terbesar dari kreatifitas adalah asumsi dalam pikiran kita sendiri yang membuat batasan – batasan pada kreatifitas kita. Dari sini, kedepannya saya akan terus belajar untuk selalu mencoba dan berkreasi dalam semua hal dan tidak takut akan kegagalan, karena kegagalan adalah pupuk dari kesuksesan.

Start! GT Radial!

Salam Kreatif!

Halo semua, kali ini blog saya hadir kembali dengan topik Produk Indonesia, GO Internatinal! Nah berhubung post kali ini adalah tugas UAS kuliah CI, yang juga berarti post terakhir saya dari kuliah CI. Namun, bukan berarti saya akan berhenti dari kegiatan menulis di internet seperti saat ini.

Produk Made in Indonesia….terdengar cukup jarang bukan?Apabila kita membeli barang di banyak tempat, kebanyakan dari barang tersebut bertuliskan Made in China. Saat ini barang-barang dari China telah dengan sukses membanjiri pasaran dunia. Strategi utama dari China untuk menembus pasar adalah Copy & Low Price. Apabila kita bandingkan dengan produk dari negara lain, kualitas produk China memang kurang bersaing. Namun, bagaimana dengan harga dan ketersediaan barang, produk China nyaris tidak terkalahkan! Bagaimana dengan produk Made in Indonesia?

Saat ini, banyak orang terutama orang Indonesia MALU menggunakan produk dalam negeri dan mendewakan barang dari luar negeri. Ironis memang, terutama setelah ditinjau lebih jauh, alasan mereka adalah bukan semata karena kualitas, melainkan GENGSI. Wah2, gengsi sih boleh ya, asal tidak berlebihan…hehe

Apabila kita melihat secara lebih jeli, banyak produk Indonesia sebenarnya memiliki kualitas yang diakui oleh dunia, dan bahkan menjadi top of mind! Contoh mudahnya Indomie atau beberapa produsen garmen lokal dari Indonesia menjadi salah satu supplier merek baju terkenal seperti Zara, H&M dan masih banyak lainnya. Dari sisi olahraga, kita mempunyai shuttlecock nomor wahid seperti Saxxon dan Holland dan itu semua buatan Indonesia. Bahkan, untuk event akbar seperti piala dunia, siapa lagi yang memproduksi bola selain indonesia. Secara umum, memang kita tidak terlihat memiliki kualitas karena banyak orang tidak jeli melihat produk dalam negeri.

Wah kayaknya udah kepanjangan ini introductionnya, hehe. Kalo gitu kita langsung kali ini saya ingin menjelaskan tentang strategi GO International dari produsen ban di Indonesia. Produknya adalaaahhh……jeng jeng jeng!

Pada awalnya, saya sangat yakin apabila GT Radial adalah perusahaan dari luar negeri, eh ternyata saya salah. GT Radial adalah produk dari PT Gadjah Manunggal Tbk dari Indonesia.

Dibawah ini adalah contoh dari TV ads dari GT Radial

Why Tire?

Saat ini perkembangan otomotif di dunia sangat cepat. Dalam tempo satu tahun saja sudah bisa muncul berbagai varian mobil dan motor baru. Ban adalah salah satu aspek terpenting dan vital  pada kendaraan. Disamping itu, saat ini ban tidak hanya berfungsi sebagai ban secara literally saja. Demand dari konsumen sudah mulai shifting ke arah fashion (jangan salah, Ban pun ada fashionnya loh..hehe) dan performa terutama efek ke penggunaan bahan bakar.

Why GT Radial?

Made in Indonesia! dan apabila ditinjau dari segi produk, kualitas GT Radial tidak perlu diragukan lagi. Di Indonesia sendiri, GT Radial adalah top choice untuk ban lokal.GT Radial memiliki beberapa profil ban untuk harian maupun professional (kejuaraan/balap) de mi memenuhi kebutuhan konsumen. Selain itu, GT Radial bahkan memiliki pabrik di China untuk dapat mengimbangi permintaan dari konsumen. Jika dilihat lagi, sebenarnya GT Radial sudah sukses GO International, namun dalam skala yang kecil, yaitu pasar Asia khususnya asia tenggara saja. Apabila kita melihat pasar dunia, penjualan ban masih di dominasi oleh Bridgestone, Michelin, Dunlop dan lain lain.

Innovation and Business Model for GT Radial

Kira-kira apa sih inovasi untuk GT Radial supaya bisa meraih pasar Internasional yang lebih luas?

  • Racing and stuffs

Yak, salah satu opportunity  terbesar untuk mengenalkan barang di dunia otomotif adalah dengan menggunakan media balapan. Megapa begitu? Karena dari sinilah dilihat bagaimana performa sebenarnya dari sebuah ban. Sejauh ini, GT Radial belum menggunakan kesempatan ini di dunia balap internasional, dan sudah saatnya bagi GT Radial untuk turut bersaing.

  • AutoShow

Selain dari racing atau dunia balap, autoshow adalah event lainnya yang memberikan opportunity besar dalam mengenalkan produk. Tiap tahunnya ada berbagai macam event tahunan yang di selenggarakan di seluruh dunia. GT Radial harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenalkan produknya pada dunia. Contoh dari Event ini adalah Paris Motor Show dan Shanghai Autoshow.

Business Model

  • Value Proposition

Experience the performance, discover the value

Diatas adalah tagline dari GT Radial. Dari tagline itu bisa dilihat bahwa GT Radial adalah sebuah produk berkualitas yang tetap memperhatikan detail dari harga. Dengan membeli GT Radial berarti kita membeli barang dengan kualitas yang bagus dan harga yang relatif terjangkau dibandingkan dengan ban-ban kelas atas lainnya.

  • Customer Segment

Semua Orang!

Ya semua pengendara kendaraan bermotor pria, wanita, dewasa, remaja yang memiliki kendaraan berupa mobil, truk maupun motor yang memiliki kebutuhan untuk mendapatkan ban kualitas prima dengan harga yang cukup terjangkau.

  • Distribution Channel

– Main distributor

– Supplier

GT Radial memiliki distributor resmi yang tersebar cukup luas. Selain itu ban GT Radial dapat di peroleh di supplier-supplier ban secara umum. Tidak ada toko khusus yang menjual GT Radial secara spesial.

Di inovasi ini, bisa juga dilakukan distribusi tambahan dengan cara racing contract ataupun penjualan melalui event.

  • Customer Relationship

– Common customer

– Racing Community

– Car club & modification house

Dengan inovasi yang diajukan, customer relationship dari GT Radial bisa diperdalam dengan melakukan pendekatan pada Racing community dan car club & modification house. Dengan dilakukannya hal tersebut, ban GT Radial bisa menumbuhkan image yang lebih baik terutama pada komunitas-komunitas tertentu dan yang akhirnya akan berlanjut ke masyarakat pada umumnya.

  • Core Capabilities

– Money Value

– Performance

Dengan menjaga core capabilities dari GT Radial yaitu money value & performance, value proposition dari GT Radial dapat tercapai.

  • Partner

– Racing parts distributor

– Modification house

Sesuai dengan distribution channel, maka partner penting untuk GT Radial adalah Racing parts distributor dan modification house yang memiliki taraf internasional. Dengan dilakukannya kerja sama dengan pihak-pihak tersebut, maka GT Radial akan lebih siap untuk GO Internasional dan melakukan eskpansi ke seluruh dunia.

  • Supply Chain

– Factory

– Main Distributor

– Supplier

– Event Manager

Unsur pertama yang sangat dibutuhkan oleh GT Radial untuk mengakses market baru di negara/ benua lain adalah Factory. Untuk menembus pasar Eropa dan Amerika, diperlukan pembuatan factory baru di masing-masing benua. Sejauh ini di Eropa masih terbentuk organisasi pengelolanya saja. Factory sangat diperlukan karena biaya pengiriman barang akan lebih mahal dari biaya pembuatan di masing-masing benua tempat ekspansi.

FINANCE

Cost Structure

  • Production Cost

Production cost adalah harga pembuatan awal dari factory yang telah ada.

  • Shipping Cost

Biaya pengiriman GT Radial ke negara-negara lain

  • Expansion Cost

Biaya marketing dan inovasi dari GT Radial untuk dapat melakukan penetrasi pasar di negara-negara baru.

  • Revenue Stream

– local market

– international market

Sejauh ini, pendapatan utama dari GT Radial berasal dari local dan international market wilayah Asia yang merupakan wilayah dengan penjualan terbesar GT Radial. Oleh karena itu GT Radial cukup memiliki nama di Asia, namun tidak di wilayah lain.

Conclusion

GT Radial adalah ban dengan performa yang bisa dibandingkan dengan merek-merek internasional seperti Bridgestone, Michelin, dll. Jadi secara performa, sebenarnya ban GT Radial tidak perlu diragukan lagi. Namun GT Radial masih belum memiliki nama yang kuat karena sangat minim dalam hal ekspansi terutama di benua eropa dan amerika yang notabene adalah surga dunia balap negara barat. Oleh karena itu, inilah kesempatan GT Radial untuk menerapkan inovasi dan business model yang baru untuk melakukan Go Internasional yang lebih meluas.

Menulis di internet

Salam Kreatif

Sesuai dengan judul kali ini, saya akan mencoba menuliskan bagaimana kesan saya selama menulis di internet.

Menulis di internet itu sendiri saya bagi menjadi 2 bagian, yaitu menulis untuk pelajaran dan menulis untuk hiburan. Menulis untuk pelajaran contohnya mengerjakan tugas dan harus men-submit nya melalui internet. Bagian kedua adalah menulis untuk hiburan, misalnya saja menulis blog, atau bahkan update status twitter/facebook yang saat ini pastinya sudah menjadi kewajiban dikalangan anak muda. Untuk lebih jelasnya, ayo kita bahas satu-persatu.

  • Menulis untuk pelajaran

Untuk yang ini, cukup standard yah. Saat ini sudah hampir tiap sekolah menggunakan internet dan mengharuskan muridnya untuk men-submit tugasnya melalui email. Perkembangan teknologi ini menurut saya menunjang pembelajaran dari murid. Namun beberapa hal juga perlu diperhatikan, karena dengan adanya teknologi ini, Plagiarism of Idea  muncul dan cukup sulit untuk dilawan. Beberapa media untuk mengumpulkan tugas melalui internet bisa dilakukan melalu email seperti:

  • Menulis untuk hiburan dan ekspresi diri

Yak yang kedua adalah menulis di internet dengan tujuan hiburan dan ekspresi diri. Hari gini, siapa sih yang nggak kenal blog, facebook maupun twitter?

Yak, ketiga hal diatas seakan sudah menjadi keharusan bagi orang-orang terutama anak -anak muda untuk dimiliki. Update status di facebook maupun twitter sudah menjadi keharusan bagi penggunanya. Setiap orang seakan memiliki kebutuhan untuk menceritakan apa yang sedang dialami oleh dirinya setiap saat (terutama twitter).

Menurut saya, “kebudayaan” baru ini memiliki sisi positif dan negatif.

Sisi positif:

Melakukan update ditwitter bisa menunjukkan apa yang sedang kita lakukan. Pendek kata, apabila terjadi apa-apa dengan orang tersebut, semua orang dapat mengetahuinya dengan mudah. Penyebaran inforamasi dapat dilakukan dengan cepat dan praktis. Selain itu, dengan adanya media-media ini, setiap pengguna secara tidak langsung dituntut untuk menjadi kreatif dan menarik. Mengapa begitu? Karena account-account itu adalah salah satu cermin dari diri penggunanya.

  • Sisi negatif:

Kebanyakan orang menjadi addicted untuk melakukan update status. Bisa kita bayangkan apabila kita sedang bekerja, atau melakukan suatu hal yang sangat penting, kita masih terdorong untuk melakukan update status. Prinsipnya, kita melakukan update status ketika ada sesuatu yang penting, dan disitulah terkadang muncul masalah. Ex: kecelakaan mobil bisa terjadi ketika seseorang dengan teledor mengupdate status disaat sedang menyetir. Sepele memang, tetapi dorongan untuk melakukannya sangat besar dan tidak bisa dihindari.

Sisi negatif lain dari menulis di internet adalah ketika kita salah menuliskan sesuatu, bersiap-siaplah untuk di cemooh orang. Ya itulah prinsip menulis di internet, karena semua orang bahkan yang kita tidak kenal pun bisa mengakses hasil tulisan kita. Selain itu, orang-orang bisa memiliki interpretasi yang berbeda dengan maksud sebenarnya dari tulisan kita. Hal ini pun bisa menimbulkan masalah kedepannya.

Secara umum, menulis di internet sudah menjadi sebuah hal yang biasa pada masyarakat saat ini dan tidak hanya terjadi pada orang-orang yang melek teknologi saja. Menulis di internet menjadi mendia untuk menyalurkan pikiran, bahkan perasaan dari penulis pada saat ia menulis. Menulis di internet juga menjadi salah satu jalan mengekspresikan diri, terutama bagi orang yang sulit untuk berekspresi (introvert). Menulis di internet menurut saya adalah sebuah revolusi yang sangat baik, hanya sekarang adalah tantangan untuk kita bagaimana kita bisa menyikapi dan melakukannya dengan bijak dan tepat.

Sekian dari saya untuk blog “menulis di internet” kali ini. Mudah-mudahan berguna dan dapat memberi sedikit informasi dan inspirasi untuk pembaca. Salam kreatif!

– Andri